Tentang Kedewasaan

Momen ulang tahun kemarin membuat saya berpikir cukup panjang mengenai kedewasaan. Saya sudah 22 tahun sekarang dan seperti harapan-harapan pada umumnya, saya diharapkan untuk makin dewasa. Nah, ini yang membuat saya berpikir. Kedewasaan itu apa ya? Apa yang saya lakukan setahun kemarin belum dewasa? Kalau begitu, kadar kedewasaan itu apa?

Jujur, saya tidak tahu apa itu kedewasaan. Bersikap seperti orang dewasa? Sikap yang bagaimana? Orang dewasa juga bisa berbuat salah. Lha, banyak kasus kriminal kan juga rata-rata pelakunya orang dewasa. Jelas kalau berbuat kriminal itu bukan sesuatu yang baik, jadi tidak mungkin dijadikan teladan. Lalu sikap yang seperti apa? Ini membuat saya bingung.

Saya cukup lama merenung sampai akhirnya sampai di suatu kesimpulan. Saya tidak perlu capek-capek memikirkan apa itu kedewasaan. Saya tidak perlu tahu juga apa kadar kedewasaan, karena itu bukan sesuatu yang saklek. Yang saya lakukan adalah berusaha menjalani hari ini lebih baik daripada kemarin. No thinking too much about the future. Ya merencanakan masa depan itu boleh, bagus malah. Tapi terlalu terbenam dalamnya, saya rasa tidak baik. Saya berprinsip, lakukan pekerjaan hari ini dengan baik dari kemarin. Kesusahan sehari cukup untuk sehari kok, jadi sebaiknya tidak dibawa-bawa lagi besoknya. Terdengar mudah, namun sulit. Kenapa? Karena.. You know, human. They like to overcomplicate things. Saya pun begitu. Ini yang jadi salah satu resolusi saya untuk tahun ini.

Kalau dipikir-pikir lagi.. Saya malah harusnya meniru anak kecil. Mereka selalu bermain, penuh rasa ingin tahu, dan iman mereka sangatlah murni. Tuhan saja berkata kalau Kerajaan Allah itu milik anak-anak kecil (Markus 10:13-16). Ya, kadang dalam beberapa hal, menjadi ‘dewasa’ itu berarti menjadi seperti anak kecil. Membingungkan, bukan? Makanya saya putuskan tidak usah dipikir. Cukup jalani saja hidup seperti hari ini adalah hari terakhir kita hidup. Nah, menjalaninya tentu tidak asal-asalan. Jalani seperti yang Tuhan kehendaki. Sepertinya itu yang memang harus kita lakukan, bukan?

Nah, kalau sekarang saya diminta mendefinisikan kedewasaan, saya akan jawab begini. Kedewasaan adalah suatu momen hidup dimana kita bisa menikmati Tuhan seutuhnya. Menjadi dewasa tidak sama dengan menjadi tua. Semakin tua tidak menjamin makin dewasa, meskipun semakin kita dewasa, pastilah kita makin tua 😛

Have a nice day, all!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s