Yuk, bangga dengan bahasa Indonesia!

Bahasa menunjukkan bangsa. Tabiat seseorang dapat dilihat dari cara ia bertutur kata. Bahasa adalah cermin dari diri kita. Oleh karena itu, sebagai orang Indonesia, kita wajib mengenal bahasa Indonesia, yang notabene merupakan bahasa ibu kita.

Kita sering menjumpai percampuran dua bahasa dalam satu kalimat, semisal “Nanti kita meeting pukul 10, ya” atau “Boleh diorder dulu barangnya” alih-alih “Nanti kita rapat pukul 10, ya” atau “Boleh dipesan dulu barangnya”. Mungkin menggunakan dua bahasa atau lebih dalam satu kalimat mengesankan bahwa penutur tersebut terpelajar, namun sesungguhnya kemampuan bertutur dengan satu bahasa secara konsisten menunjukkan bahwa penutur tersebut adalah orang yang teratur. Seperti kata Ivan Lanin, keteraturan bahasa menunjukkan keteraturan pikiran.

Dalam ranah yang lebih formal, saya mulai membiasakan diri menulis kalimat bahasa Indonesia dengan lebih baik dan teliti. Jika saya menemukan suatu istilah berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, saya akan mencoba mencari padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Jika memang diperlukan — untuk menghindari ambiguitas, misalnya — barulah saya menyertakan istilah asing tersebut dalam kalimat saya. Mungkin pada awalnya akan terdengar aneh, namun jika dibiasakan niscaya tidak akan terdengar aneh.

Ada banyak contoh istilah asing yang sekarang sedang saya biasakan untuk pakai dalam padanan kata Indonesianya, semisal surel untuk e-mail, tautan untuk link, unduh untuk download, unggah untuk upload, sampai ke istilah yang lebih sulit, semisal urun dana untuk crowdfund(-ing), kampanye hitam untuk black campaign, jejaring sosial untuk social network.

Berbicara dengan bahasa Indonesia tidak akan membuat kita tampak bodoh. Berbicara dengan bahasa asing juga tidak membuat kita tampak pandai, karena seyogianya bahasa ada untuk mempermudah komunikasi, meskipun kekuatan sebuah bahasa tidak seremeh itu. Saya tidak melarang menulis dengan bahasa asing. Saya hanya menyarankan Anda menggunakan istilah asing sesedikit mungkin dalam berbahasa Indonesia, apalagi jika istilah tersebut memiliki padanannya dalam bahasa Indonesia dan lawan bicara Anda juga orang Indonesia. Seperti yang sudah saya serukan di judul, mari kita bangga dengan bahasa Indonesia. 😀

Oya, saya mohon koreksinya jika ada penggunaan istilah bahasa Indonesia saya yang salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s