Pesta Demokrasi

Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasinya pada Juli ini, dengan agenda pemilihan presiden dan wakil presiden, setelah menyelenggarakan pemilihan legislatif pada April lalu. Bagi sebagian orang, ini adalah saat yang dinanti-nanti, karena ada harapan untuk hidup di Indonesia yang lebih toleran, lebih cerdas, dan lebih damai. Bagi sebagian orang, saat-saat ini tidak ada bedanya dengan hari-hari kebanyakan. Mungkin karena mereka belum bisa menyuarakan aspirasi mereka, atau jangan-jangan mereka telah putus harapan.

Buat saya pribadi, momen ini cukup saya nantikan, sebab di usia yang menginjak dewasa ini, saya sedikit banyak telah melihat fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar saya dan bisa saya dan teman-teman mahasiswa lain analisis dengan rasio mahasiswa saya, yang memang masih jauh dari berpengalaman. Dengan banyaknya sorotan media terhadap kinerja pemerintah, saya memiliki akses yang sangat melimpah untuk mengkritisi apa yang pemerintah lakukan. Sebagai akibatnya, ada beberapa hal yang membentuk karakter saya seperti sekarang. Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan ketika telah memiliki cukup kuasa dan pengalaman. Ada idealisme yang tercipta.

Saya masih tidak habis pikir bagaimana mungkin seorang menteri melakukan korupsi. Tidak hanya satu dua orang, namun banyak! Ini menunjukkan bahwa tingginya jabatan tidak serta merta diikuti oleh karakter yang baik. Ada kekecewaan yang muncul, ada olok-olok yang muncul, ada harapan baru yang muncul. Saya sangat berharap, siapapun presidennya, hendaklah ia memillih orang-orang kepercayaannya dengan bijaksana. Meskipun politik tidak dapat diragukan lagi akan ambil andil dalam penentuan kursi, bukan berarti politik harus selalu kotor. Saya percaya, politik kotor karena pelakunya kotor. Di mata saya, politik yang baik adalah politik yang motivasinya murni: memajukan Indonesia. Indonesia dalam arti luas, seluas-luasnya, bukan memajukan golongan tertentu saja. Yang masih saya lihat sangat jauh dari yang saya bayangkan. 

Ya, tinggal menghitung minggu saja hingga pemilihan presiden dilaksanakan. Saya telah memiliki pilihan saya, dan saya harap pilihan saya tepat. Saya berharap setidaknya kita sebagai partisipan paling pasif dalam pesta demokrasi inipun bisa terlibat: dengan memastikan surat suara yang menjadi hak kita tidak disalahgunakan golongan tertentu. Akan jauh lebih baik lagi jika kita sanggup menyuarakan pendapat kita, atau bahkan berkontribusi secara langsung, dalam segala aspek. Hal-hal lokal yang kita lakukan akan menjadi bermakna secara global jika dikerjakan secara masif, bersama-sama.

Yuk, sukseskan pesta demokrasi terbesar Indonesia! Yuk, berharap untuk Indonesia yang lebih baik lagi di tangan pemuda bangsa pilihan rakyat Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s