Farewell, 2013!

Hari ini hari terakhir di 2013. Kalau di Bandung, sedari pagi sudah hujan. Saking lamanya hujan, selesainya hujan pukul 12 berasa kayak pukul 7 pagi. Dingin, hehehe. Yah, bukan itu sih yang mau ditulis disini *salah fokus*. Postingan ini mau menulis ucapan terima kasih untuk tahun 2013.

Tahun ini adalah tahun yang istimewa. Kenapa begitu? Banyak hal terjadi selama tahun ini. Dimulai dengan menjadi ketua konser PSM ITB Mei kemarin, yang persiapannya sudah dilakukan sejak Januari, dan Puji Tuhan menuai sukses *peluk semua panitianya*, berkesempatan mengikuti ONMIPA lagi di Yogyakarta, yang seleksi daerahnya dilakukan di tengah-tengah padatnya kuliah dan kesibukan berorganisasi, dan seleksi nasionalnya dilaksanakan beberapa hari setelah konser berakhir. Masa-masa itu benar-benar masa pembelajaran bagi saya. Zona nyaman sama sekali tidak ada. Yang ada kecemasan, ketakutan, kemarahan, kesedihan, semua jadi satu. Tapi karakter bisa ditempa kalau zona nyaman tidak ada. Puji Tuhan lagi bisa dapat perak pertama. Nyaris emas, tapi itu sudah lebih dari cukup mengingat persiapan tidak semaksimal tahun sebelumnya. Puji Tuhan lagi, nilai gak terlalu jeblok jatuhnya. Masih bagus lah itungannya. Coba bayangkan, manusia mana yang bisa kerjakan studi dan kesibukan di organisasinya, kesemuanya berjalan dengan baik? Sepertinya tidak ada. Kalau bukan karena campur tangan Tuhan, siapa lagi yang bisa buat semua itu?

Kemudian, pada seleksi untuk tingkat internasional, ini lagi-lagi pembelajaran yang luar biasa. Peringkat saya dibanding tahun lalu memang jauh naik, tapi tidak cukup tinggi untuk menjadi kontingen Indonesia, karena yang diambil hanya 8 sedangkan saya peringkat 11 kalau ga salah. Malahan saya harus melihat teman-teman saya yang lolos. Sedih rasanya, dan butuh waktu lama untuk melepaskan kesedihan itu. Istilah kerennya, move on. Tapi rencana Tuhan bukan itu. Saya sadar, betapa motivasi saya untuk lolos itu sangat duniawi. Usaha saya belum cukup maksimal. Saya beruntung memiliki sahabat-sahabat yang baik. Saya beruntung memiliki orang tua yang pengertian. Karena mereka, saya bisa berdamai dengan Tuhan tanpa menunggu terlalu lama. Dalam masa pendamaian itu, saya belajar banyak sekali mengenai bagaimana memurnikan motivasi dan bagaimana mendengar apa yang menjadi mau-Nya.

Setelah itu, saya masuk semester 7. Mulai harus pilih dosen pembimbing dan topik TA, mulai fokus pilih mata kuliah yang spesifik (beberapa hanya bisa dijumpai di S2), dan harus lebih serius berstudi. Di samping kegiatan di himpunan, saya memilih untuk tidak berkarya di tempat lain dulu. Puji Tuhan lagi, semester ini tidaklah mengecewakan. Saya dapat dosen pembimbing yang cocok dengan saya, dan topik yang saya suka. Mengerjakannya menyenangkan, meskipun beberapa kali saya stuck dan menjadi malas mengutak-atiknya :p

Di samping itu, saya berkesempatan menjadi pendamping mahasiswa Kanazawa University yang berkunjung ke ITB September-Oktober lalu. Mereka kesini dalam rangka pertukaran pelajar, dan FMIPA ITB akan membalas kunjungan tersebut dengan mengirimkan mahasiswanya ke Kanazawa University, Januari mendatang. Mahasiswa yang dikirim adalah yang kemarin menjadi pendamping.

Jadi, 2013 bukan tahun yang menyebalkan. Justru di tahun ini, saya berkesempatan merasakan kebesaran Tuhan. Visi saya di tahun 2013 sedikit banyak terjawab dengan cara yang sama sekali tidak disangka-sangka. Duh :’)

Liburan kali ini saya tidak pulang ke rumah, karena mau persiapkan seminar 1. Ini Natal pertama saya tanpa berada di sekitar orang tua dan adik-adik. Meskipun begitu, Natal adalah tentang Dia. Memang ada suasana yang berbeda di Natal kali ini, namun itu tidak boleh mengurangi makna Natal kita. 

Jadi, tanpa bermaksud untuk menyombongkan diri dengan menulis pencapaian-pencapaian di atas, saya ingin mengajak teman-teman untuk merenungkan, kebaikan apa yang sudah teman-teman dapat dari Tuhan? Kalau mau direnungkan dengan sungguh-sungguh, pasti banyak sekali. Ia bekerja dengan cara yang tak terduga. Kalau kita merasa tidak mendapat apa-apa di tahun ini, itu pasti karena akal budi kita yang terbatas untuk memahami cara Ia bekerja. Mintalah hikmat dariNya, pasti dikasih 🙂

So, I am truly grateful for everything that God has given to me in 2013. Farewell, 2013. See you soon, 2014! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s