Hecticnya Semester Tujuh

Post ini ditulis sembari melihat anak-anak TPB belajar untuk UTS Fisika Dasar besok. Di perpus pusat ITB ini banyak banget anak-anak TPB. Sekarang UTS untuk TPB di ITB sistemnya dilaksanakan setiap Sabtu. Alasannya sih biar waktu untuk belajar lebih banyak dan tidak makan jam kuliah yang notabene makan banyak ruangan kelas. Tapi kasihan juga sih, harusnya kan weekend banyak yang pulang ke rumah, sekarang jadi pikir-pikir lagi. Mana besok itu wisuda Oktober pula dan paginya TPB ini ujian.

Anyway, kayaknya lama gak cerita-cerita ya. Sekarang ini lagi sibuk kerjain Tugas Akhir dan kuliah aja sih. Rasanya beban akademik yang berat mulai terasa di semester ini. Disamping memang mata kuliahnya yang semakin sulit dipahami, topik Tugas Akhirnya juga gak mudah. Rasanya harus banyak belajar sendiri, dan ga bisa sepenuhnya mengandalkan belajar bareng sama temen lagi. Agak kaget sih awal-awal, karena ternyata selama ini saya jarang belajar sendiri. Sekalinya belajar sendiri, bingung mau ngapain. Ujung-ujungnya malah makan atau tidur -___-

Kayaknya memang harus mulai membiasakan belajar sendiri.

Kemarin sempet stuck di Tugas Akhir karena ga tahu mau kerjain apaan, jadi sempat terbengkalai selama 2 minggu. Untungnya ada inspirasi di saat-saat terakhir mau kumpulin laporan kemajuan *evilsmirk*

Tadi habis bimbingan gitu, sebentar aja sih cuma setengah jam. Kalau banyak bimbingan yang mensyaratkan harus bikin slide presentasi dulu, atau laporan kemajuannya diketik pakai LaTeX dulu, saya sih bimbingan sejauh ini secara informal. Sifatnya santai, tanya-tanya saja. Yang paling penting sih suka sama topiknya, dan puji Tuhan sih suka sama topiknya.

Semester ini juga jadi asisten dosen untuk empat mata kuliah. Rasanya tugas memeriksa berkas kuis atau PR datang tak henti-hentinya. Sekarang ini lagi periksa berkas PR Pengantar Analisis Kompleks. Awalnya semangat, nilai 1-10 untuk satu soal, ada 10 kemungkinan nilai gitu deh. Kalau salah dikit ya 8 atau 9 gapapa. Lama-lama cuma ada 3 kemungkinan nilai aja, kalau ga 0, 5, atau 10. 0 kalau salah banget. 5 kalau ada salahnya tapi ga parah, 10 kalau bener. Hahaha.

Okay, gotta go now. Mau ada rapat bentar lagi 🙂 See you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s