Wisudaan

Kemarin ITB melangsungkan wisuda ketiga di tahun ajaran 2012/2013, ada hampir 1800 orang yang diwisuda, dan berhak menyandang gelar sarjana, magister, atau doktor. Seperti biasa, PSM-ITB diminta tampil menyanyikan lagu protokoler dan lagu persembahan wisudawan. Saya salah satu penampil dari PSM, sehingga bisa melihat prosesi wisuda di Sabuga dari awal hingga akhir.

Sebenernya sudah sering saya melihat prosesi wisuda seperti ini. Sejak TPB, terhitung sudah enam kali, termasuk wisuda kali ini, saya menonton proses wisuda. Saking seringnya, saya sampai hapal proses wisuda itu sendiri, bahkan kebiasaan rektor :p

Namun wisuda kali ini terasa berbeda secara personal buat saya. Saya merasa jauh lebih terharu dan lebih kehilangan dibandingkan wisuda-wisuda sebelumnya. Salah satu alasan kuatnya mungkin karena kakak-kakak 2009, yang notabene angkatan terdekat saya yang lebih tua, sudah lulus. Banyak kakak-kakak yang saya kenal sejak TPB tak terasa sudah lulus saja, meninggalkan bumi ganesha. Melanjutkan masa depan mereka, entah melanjutkan studi, atau mulai bekerja. Beberapa memutuskan melanjutkan studi di ITB, tapi lebih banyak memilih bekerja atau melanjutkan studi di luar. Artinya, saya tidak bisa melihat mereka sesering saya melihat mereka di kampus.

Saya merasa kehilangan, namun tetap harus bersukacita atas kelulusan mereka. Kelulusan mereka ini berarti semakin banyak tangan terulur untuk Indonesia yang lebih baik. Saya sungguh berharap, dengan terjunnya mereka secara langsung ke masyarakat, mereka bisa melihat kondisi masyarakat dengan lebih baik dan lebih jelas. Saya juga berharap, mereka bisa dipakai Tuhan, apapun yang mereka kerjakan nantinya, untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Sebagai lulusan ITB, yang mungkin mengklaim diri (atau diklaim) sebagai institusi pendidikan terbaik bangsa, tentu ada kebanggaan dalam diri mereka, mampu lulus dari institut terbaik bangsa, yang jelas sulit karena harus mengalahkan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang memiliki mimpi yang sama. Namun, seperti kata perpisahan perwakilan wisudawan yang disampaikan oleh kakak Meutia Arinta Kusmapreswari (TL 09), semoga mereka tidak berhenti belajar. Pada kenyataannya, di mata dunia, ITB masih belum begitu dikenal secara luas. Mungkin terbaik di Indonesia, tapi perjalanan masih jauh untuk menjadi world-class university. Yang mampu memberikan dampak perubahan itu tentu saja salah satunya adalah lulusannya. Kakak-kakak yang saya kenal ini. Jadi, kebanggannya besar, tapi beban yang harus dipikul juga berat. Ngomong-ngomong, saya sangat suka sama pidato kak Meutia ini. Very well-said. Paling bagus dibanding wisuda-wisuda yang pernah saya ikuti :p

Begitulah, wisuda kali ini sungguh berkesan untuk saya. Kalau dulu saya memandang acara wisuda sebagai suatu proyek bagi PSM-ITB semata, sekarang saya juga memandang wisuda sebagai acara yang lebih personal. Semoga tahun depan saya bisa mengenakan toga yang kakak-kakak pakai, dan bisa dipakai Tuhan dimanapun Tuhan tempatkan saya.

So, happy graduation day, kakak-kakak sekalian. Tuhan berkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s