Take a few steps back and see what you’ve done so far.

Duh udah lama banget ya ga nulis. Pengen nulis tapi sekalinya pengen, ga ada waktu *garuk-garuk aspal*

Jadi, lagi mau mengungkapkan kekaguman saya akan matematika (lagi) nih.. Jadi semester ini tuh saya ambil dua mata kuliah analisis real, yang satu Pengantar Analisis Real (wajib) dan satu lagi Analisis Real A. Rencananya sih saya mau jadiin mata kuliah yang kedua ini sebagai pilihan bebas aja, bukan dijadiin rencana mata kuliah buat fast-track (mata kuliah ini adalah mata kuliah S2).

Hmm, waktu saya TPB dulu (tahun pertamanya ITB), saya kan dapet Kalkulus. Waktu itu sih saya suka banget sama mata kuliah ini, selain karena emang suka matematika, dosennya juga enak ngajarnya. Lucu sih lebih tepatnya. Nah, setelah masuk ke jurusan di tahun kedua, banyak mata kuliah yang jauh lebih susah dan lebih tidak terbayangkan daripada sekedar Kalkulus. Iya, mata kuliah di matematika emang butuh banget yang namanya abstraksi. Mulai dari yang berbau aljabar seperti Aljabar Linear Elementer, Struktur Aljabar sampe yang terapan macemnya Pendahuluan Teori Suku Bunga, Penelitian Operasional (ini mata kuliah TI sih lebih tepatnya, tapi di matematika juga dipelajari di Pengantar Optimasi).

Waktu itu sih, lebih memandang keseluruhan mata kuliah yang didapat sebagai cabang ilmu yang beda-beda karakteristiknya. Kalo aljabar ya nyambungnya sama sesuatu yang ga kebayang, kalo kombinatorika macem matematika diskrit ya nyambungnya sama counting, kalo terapan ya model yang ada rumus langsung turun dan dipake aja (dibahas dikit sih penurunannya, tp lebih praktis sifatnya), kalo model analisis yang bener-bener dibahas semua-semuanya secara detail.

Khususnya sih sekarang, waktu ambil Analisis Real A, saya jadi lebih bisa mengapresiasi matematika yang dulu-dulu saya pelajari. Kenapa? Karena ternyata keterkaitan antara satu cabang ilmu dengan ilmu lainnya sangat kuat. Nih misalnya, di Struktur Aljabar belajar grup, gelanggang, lapangan kan, kepake lagi secara kuat ilmunya di analisis real dan kompleks. Di Kalkulus belajar integral Riemann kan, eh ternyata ada generalisasi integral Riemann, namanya Lebesgue. Bahkan integral tu ternyata ada macem-macem, masing-masing dengan pendekatan yang berbeda-beda. Ternyata yang mendasari munculnya teori peluang tu sesuatu yang saya pelajar di Analisis Real A, dan graf misalnya ternyata memiliki properti yang bisa dipandang secara metrik di ruang metrik, sesuatu yang juga dipelajari di analisis real (dan kompleks).

Wow, saya benar-benar kagum sama matematika sekarang. Ga semua orang mungkin tahan sama matematika yang seperti ini, tapi buat saya ini sesuatu yang sungguh indah. Ga peduli mau dibilang orang freak, lha wong emang suka kok. Buat saya sih, saya sekarang jadi lebih mengapresiasi keberadaan saya disini. Kalo saya ambil beberapa langkah ke belakang dan melihat apa saja yang sudah saya pelajari, somehow it feels so connected. Saya bangga menjadi matematikawan.

Suatu hari nanti, saya akan menyumbangkan pikiran saya untuk kemajuan matematika dunia. Saya akan memajukan Indonesia terutama dalam pencerdasan matematika. Matematika bukan sesuatu yang susah kok. Cara pandangnya aja yang terlalu njelimet. All of us can speak mathematics, for that I do believe.

Sori kalo bahasanya lompat-lompat, soalnya ini murni langsung nulis dan ga diedit lagi. Have a nice day ahead. Cheers! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s