Seleksi MCM-ICM (Part 1)

Jadi, ceritanya kemarin tanggal 16-17 saya ikut seleksi MCM-ICM-nya ITB. Seleksi ini masih tingkat ITB loh (tingkat jurusan sih lebih tepatnya, secara yang ikut anak-anak jurusan matematika semua -.-), jadi nantinya 5 terbaik bakal dibiayai ITB buat ikut kompetisi ini. Secara ya, biaya pendaftaran 1 kelompok yang isinya 3 orang ini US$100. Ya kalo mau bayar sendiri sih monggo, seleksi ini cuma memperebutkan US$100…yang bakal dikirim sebagai biaya pendaftaran *sigh *lihat dompet sendiri

Nah, lucunya adalah, saya pribadi sama sekali ga ada keinginan untuk ikut seleksi ini sebelumnya. Random to the max. Ceritanya, waktu itu mau ada urusan di TU Matematika, tapi berhubung hari Jumat dan jam 1 TU masih tutup, kita duduk-duduk elegan di sofa TU nunggu si petugas TU-nya. Trus kita tiba-tiba diajakin ikut sosialisasi MCM-ICM ini. Ya udah sih, kita pikir cuma BUAT BUANG WAKTU aja nunggu si TU-nya.

What happened next? I don’t know. The next 30 minutes was a blur to me *lebay. Keluar dari ruangan itu, status kita adalah calon peserta seleksi ITB.

If you imagined I was drugged and hipnotized, you are reading my mind…at that time. Gak sih kalo dipikir-pikir lagi, saya waktu itu juga kepengen ikut aja. Pengalaman tahun lalu waktu modeling optimasi something buat lomba yang gagal membuat saya pengen nyoba lagi tahun ini, dengan kemampuan saya yang sekarang. Yah cuma buat nyoba-nyoba aja sih. Syukur keterima, ga juga gapapa 😀

Well, ga ada persiapan sama sekali malah menuju seleksinya. Yang ada malah sibuk ngurusin ekskursi HIMATIKA-ITB (ke IBM loooh.. kapan-kapan deh dipost :p). Tanggal 16-nya, jam 9 kita dikumpulin dan jam 10 soal diupload. Begitu baca soalnya pertama kali, waduh ga ngerti maksudnya apaan.. My so-so English can’t be used to understand the problem, apalagi buat nulis solusinya (jawaban kita harus disubmit pake English). Apalagi soalnya tentang Fisika gitu juga, tentang fluida. Nanti deh dipost soalnya di post yang lain, ini juga lucu banget deh.

Pokoknya, in the end of day one, it’s getting weird. Belum ada progress yang signifikan, tapi cukup puas sih. Kita kerja sampai jam 11 apa 12 gitu, lupa. Jam 4 pagi harus udah bangun lagi ngurus ekskursi HIMATIKA (yes, again) ke AIA.

Day two, kita kumpul jam 9. Deadline submitnya jam 3 sore. Kita mulai bikin laporannya hari itu, dicicil dengan hasil yang didapat kemarin, tapi dengan harapan ada insight baru. Di tengah-tengah 6 jam yang tersisa, muncul insight baru. Kali ini lebih elegan. Ada double integralnya, lebih masuk akal. Sebelumnya cuma persamaan diferensial biasa yang solusinya berbentuk persamaan kuadrat, yang bahkan ga asimtotik. Tapi… it’s still not working. There sure is flaw, but I can’t find any. Gemes banget, ini solusi lebih keren soalnya asimtotik, tapi ga masuk akal.

Back to plan A, with some modification.

Akhirnya.. setengah 3 kita ngumpulin, dan tidak berharap banyak. But you know what, saya pribadi sih puas. Kenapa? Soalnya saya bisa memformulasikan permasalahan nyata ke ekspresi matematika, meskipun itu sangat sederhana. Dan ketika formula yang kita buat memberikan jawab, apalagi cukup fit sama permasalahannya, well, that’s happiness. =)

Baru kemarin Kamis apa Rabu gitu, kita dikasih tahu kalo kita lolos seleksi. Antara bengong sama seneng sih.. The real selection is coming up next Jan 31st till Feb 4th, dimana kita bakal dikarantina di kampus selama itu. Another experience awaiting 😀

Bentar ya, nanti mau ngepost soal seleksinya kemarin. Mau makan dulu :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s