Resolusi 2013

It might be late. It is late, in fact, soalnya baru sekarang bisa sempet blogging lagi. This is my first post in 2013, dan klasik aja sih: resolusi tahun ini.

Baru kali ini sih saya nulis resolusi saya untuk dibaca publik, dan baru tahun ini juga sebenernya saya bikin resolusi yang serius :p Tahun lalu saya bikin resolusi, tapi ga terlalu serius sih bikinnya, jadi baru beberapa bulan juga udah lupa apa.

Belajar dari pengalaman, saya mau bikin resolusi 2013 yang singkat dan padat saja. Tema saya pribadi untuk 2013 ini adalah MENDENGAR dan BERIMAN. Dua kata itu aja, sih. Namun meski begitu, saya mau perluas makna 2 kata itu. Apa sih maksudnya mendengar dan beriman?

Well, saya sadar kalo saya ini orangnya ga terlalu peduli sama orang lain di sekitar saya. Saya ga mau tahu banyak urusan mereka, bahkan keinginan untuk mengenal orang lain aja kadang ga ada. Aduh, repot banget kalo sifat buruk ini terus dipertahankan. Saya sadar banget, saya terkesan ga hangat. Ga welcome. Padahal sih aslinya baik dan pengen berteman :p

Jadi, saya ingin saya bisa lebih mendengar orang lain. Saya ingin mengenal orang lain dengan lebih dalam, saya ingin tahu apa kesukaan mereka, apa yang mereka ga suka, apa yang sedang mereka lakukan sekarang, apa yang sedang mereka pergumulkan. Bukan kepo loh, ini beda. Kalo kepo kan kepuasannya ya dari keinginan pribadi untuk tahu aja, kalo ini, saya pengen bisa ada follow-up-nya. Entah dalam bentuk apapun, misalnya yang paling simpel sih jadi bisa saling menolong dan menguatkan 😀

Lebih jauh lagi, kalo saya hubungin sama tendensi saya yang gampang banget dipengaruhi, denger suara dari kubu sini saya manggut-manggut, denger suara dari kubu oposisi saya juga ngerasa ada benernya juga, saya ngerasa kok bahaya ya kalo gini terus. Bisa-bisa saya ga punya prinsip dong kalo gini terus. Makanya, saya pengen bisa punya lebih kepekaan untuk mendengar suara Tuhan. Waduh, kok berat banget bahasanya. Gak sih, sebenernya simpel kok, ini yang biasanya kita sering refer dengan mendengarkan suara hati. Gak tepat banget sih analoginya, sebab suara hati itu ga selalu berasal dari Allah, bisa aja itu buatan si jahat. Nah, kepekaan untuk membedakan mana suara Tuhan dan mana yang bukan inilah yang mau saya asah dan terus asah 😀

Next, dalam konteks mendengar yang terakhir ini, saya pengennya ga cuma sekedar tahu mana suara Tuhan mana yang bukan dong. Saya pengen melakukan apa yang saya dengar tadi. Nah, suara Tuhan ini kan rencana Tuhan untuk kita, which is yang terbaik untuk kita. Kita sendiri belum tentu tahu bagaimana suara Tuhan (yang sering kali kita anggap ga masuk akal lah, susah dilakukan lah) yang kita dapat ini bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Disinilah iman bekerja. Ketika rasio tidak bisa berjalan, iman yang bekerja, bukankah begitu? Nah, ini yang saya maksud dengan beriman tadi. Saya ingin tetap melakukan apa yang Tuhan suruh, sekalipun itu sounds impossible, susah, ga logis, bahkan kita harus menyangkal diri sekalipun. Itu yang namanya beriman. Saya pengen bisa menjadi manusia yang seperti itu. Hopefully 😀

Nah, dua poin tadi yang menjadi pokok resolusi saya di 2013. Kenapa saya tulis disini, supaya selain bisa (semoga) menjadi sumber inspirasi yang baca, ini bisa jadi pecut buat saya juga. Resolusi saya kan akan diketahui orang banyak, beban yang diemban tambah besar dong.

Let’s make this year meaningful for us. Dimulai dari diri sendiri, lalu bisa menggerakkan orang-orang di sekitar kita. Have a blessed day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s