Perpisahan (pertemuan).

Ada pertemuan kembali.

Kelak, jika nanti kau sudah mengetahui lebih banyak tentang pengorbanan, kau akan menghargai hidupmu lebih dari yang sekarang. Nanti, kau akan menertawai dirimu yang sekarang, melihat betapa bodohnya kau (dan juga aku) sekarang ini. Kita akan duduk bersama di suatu kedai, menikmati semangkuk mi milik kita masing-masing, hanya supaya kita bisa bercakap-cakap untuk waktu yang lama. Kita akan saling menertawai raut wajah masing-masing, menyadari bahwa sudah cukup banyak waktu terlewati, cukup banyak untuk mengubah raut wajah masing-masing.

Kita akan duduk disana, membicarakan semua yang terbesit di pikiran kita, pikiran ala orang tua. Semua menjadi tampak penting. Mungkin, anakmu dan anakku akan bermain bersama, dan sebagai orang tua kita berharap anak-anak kita bisa bersahabat. Waktu akan terasa begitu cepat berlalu, hingga tiba saatnya pulang.

Ada perpisahan lagi.

Kita sudah pernah mengalaminya sebelumnya. Mungkin kita tidak akan bertemu lagi dalam waktu dekat. Kali ini kita lebih siap menerimanya, menertawai jiwa kekanak-kanakan kita ketika kita pertama kali menjalaninya.

Ada banyak kenangan yang bisa muncul dari suatu perpisahan. Kenangan-kenangan yang mau diingat sepanjang masa, sekaligus kenangan-kenangan pahit yang nantinya akan kita tertawakan, kalau kita sudah cukup dewasa menerimanya.

Kali ini, perpisahan tidaklah lagi terasa menyakitkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s